Sabtu, 02 Februari 2013

Sepuluh = Hidupku


Sepuluh, Angka Sempurna Dalam Hidupku 
Angka sepuluh yang biasa ditulis "10" merupakan angka sempurna. Pada masa duduk di bangku sekolah, angka 10 merupakan nilai sempurna dengan range 0-10. Semua berlomba-lomba untuk mencapai nilai sempurna. Sempurna itu indah. Sempurna itu akan lebih "baik" bila dinyanyikan dengan syukur. Dan ini adalah bentuk pemikiran yang harus aku coba. Sepuluh, Angka Sempurna Dalam Hidupku akan tertuang secara gamblang di sini, di blogku.

SATU: Tuhan itu Esa. Esa itu satu. Aku bersyukur dengan "satu". Matahari juga satu. Apa jadinya kalau matahari lebih dari satu? Segala sesuatu sudah di atur oleh Yang Maha Esa. Sudah di rancang sedemikian rupa dan sudah memberi "yang terbaik" bagi kita, kamu dan aku.

DUA: Aku bersyukur tentang kedua orang tuaku. Mereka adalah dua orang tua yang baik, bahkan sangat baik. Seorang ayah yang benar-benar menjadi "ayah" dan seorang ibu yang benar-benar menjadi "ibu". Keluarga kami sangat bahagia. Mereka mengajari kami, anak-anaknya, dengan sangat baik sehingga kami bisa tumbuh dengan "baik".

TIGA: Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara. Aku sangat amat mensyukuri hal ini. Aku selalu merasa tidak kesepian, itu berkat adanya saudara-saudara kandungku.

EMPAT: Menyanyi, melukis, memasak dan menulis adalah empat talenta yang luar biasa yang Tuhan berikan kepadaku. Aku tidak pernah berpikir bahwa aku bisa menyanyi, ditambah lagi aku bisa dibilang pintar menggambar dan melukis oleh teman-temanku. Tentang memasak, aku tidak pernah mengikuti kursus memasak, aku bisa memasak karena ini turun dari mamahku. Keajaiban yang sempurna dalam hidupku. Rupanya Tuhan masih mau memberikan aku satu talenta lagi, menulis. Wow, awalanya aku sempat ragu. Menulis? Apa aku bisa? Aku bukan tidak bisa menulis tetapi hanya belum bisa menulis, dan saat ini aku masih belajar menulis. Empat karunia yang istimewa. Thanks God.

LIMA: Aku bersyukur telah diciptakan oleh Tuhan dengan sempurna. Lima panca indera yang membuatku tak pernah berhenti bersyukur. Salah satunya adalah mata, "Mata adalah jendela dunia". Aku masih dapat membuka mata dan melihat apapun hari ini. Aku dapat membaca renungan pagi, aku dapat berjalan ke kamar mandi, aku dapat pergi ke sekolah, dan aku dapat melihat huruf-huruf pada keyboard dan mengetikkan kata-kata pada blogku.

ENAM: Aku mencoba mengingat-ingat masa lalu. Enam tahun lamanya aku duduk di bangku sekolah dasar. Waktu yang sangat lama, tetapi cukup. Di sanalah aku mulai mengenal huruf dan angka dengan baik. Aku dapat belajar membaca dan berhitung. Yang paling luar biasa adalah Ibu Guru yang dengan sabar mengajari kami (aku dan teman-temanku). Dapat aku ambil kesimpulan tentang Guru-Guru itu, "Jika kita sabar dan telaten, maka hal yang tidak mungkin akan menjadi mungkin". Kami (aku dan teman-temanku) dulu adalah "bodoh" tak mengenal huruf dan angka, tapi dengan kesabaran dan ketelatenan, kami pun bisa menjadi orang yang berguna saat ini.

TUJUH: Ingat angka tujuh, maka aku ingat 7 hari dalam seminggu. Tujuh hari dengan berkat yang selalu baru setiap pagi. Senin, Selasa, Rabu, Kamis , Jumat, Sabtu, dan Minggu adalah hari-hari yang sangat luar biasa. Pernahkah kita berpikir bahwa, bila tidak ada hari kemarin, maka apa yang akan terjadi pada kita pada hari ini? Aku bersyukur dengan adanya hari-hari itu. Aku bersyukur masih bisa menikmati 7 hari dalam seminggu.

DELAPAN: Perubahan besar dalam hidupku terjadi delapan bulan yang lalu. Puncak dari suatu kesulitan dimana aku harus mendewasakan diri demi arah hidup yang lebih baik. Dimana itu adalah bulan ulang tahunku ke yang 17 tahun.

SEMBILAN: Kira-kira apa yang Tuhan lakukan padaku selama dalam kandungan ya? Sembilan bulan lamanya aku berada di dalam perut ibuku. Apakah pada saat-saat itu, aku bisa dengan bebas bertemu dengan Tuhanku? Aku begitu leluasa bercakap-cakap dengan-Nya. Aku bersyukur pernah berada di dalam rahim seorang ibu. Bila tida melewati rahim itu, maka aku tidak akan pernah ada di dunia ini.

SEPULUH: Bilal, Diot, Seho, Pute, Ndahe, Riris, Mahdes, Seter, Mahmud, dan Seni. Mereka ada sepuluh orang-orang terbaik dalam hidupku. Mereka lebih dari sahabat. Mereka adalah bagian dari hidupku. Dan mereka adalah orang-orang yang sangat "Luar Biasa". Terutama dia. Ya, dia adalah Bilal. Sosok yang mengajarkanku apa sebenarnya arti hidup dalam kesederhanaan dan apa adanya. Juga sepuluh adalah dimana angka yang mempertemukanku dengan Bilal. Aku bersyukur pada Tuhan tentang mereka, sepuluh orang-orang terbaik dalam hidupku. Aku sudah bosan mengatakan ini, mengatakan bahwa aku sangat menyayangi mereka sebagaimana aku menyayangi semua keluargaku dan menyayangi-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar